Motivasi Untuk Berbagi Dari Jaya Setiabudi

Bagi yang menyimak twitter Mas Jaya Setiabudi beberapa hari kemarin, akan tahu tentang perjalanan Mas Jaya Setiabudi ke hongkong. Kegiatan ke sana merupakan undangan dari Dompet Dhuafa Hongkong. Dibawah ini adalah cerita dari Mas Jaya Setiabudi selama perjalanan di Hongkong. Cerita ini memberi kita motivasi untuk berbagi.

  1. Sebetulnya saya sudah sejak tahun lalu diundang oleh u/ dengan kawan2 BMI (Buruh Migran Indonesia)
  2. Hanya saja baru terealisasi Hari Minggu kmrn. Banyak pelajaran yg saya dapatkan selama disana. Jd bukan hanya mrk yg belajar.
  3. Nyampe hongkong, saya dijemput oleh GM , Mas naik kreta ke markas DD. Embedded image permalink

  4. Dimanapun saya traveling, biasanya saya lgsg menuju tempat kuliner. Disana saya kecewa, karena yg HALAL bisa dihitung jari ;(
  5. Sekalinya buka diluar, makan di Popeye, gak abis, karena beda lidah, hehe. Apa adanya.
  6. Saya menginap di apartemen berjarak 1 gang dari Markas Shelter (tempat perlindungan BMI bermasalah).
  7. Saat sahur saya dijemput & sahur di shelter. Ada 2 orang BMI bermasalah disana + bbrp ustad (dai) yg bertugas.
  8. Dengan lauk yg sederhana, ala pesantren, saya justru sangat respect dengan kawan2 Dompet Dhuafa.
  9. Oh ya, ini adalah tempat saya menginap. Sebuah kamar (maaf) kecil dan ada penghuni lain di kamar lainnya.

  10. Sekali lagi, bukannya saya merendahkan, justru saya respect & Anda perlu tahu bhw mereka tak berfoya2 dg dana zakat/infaq Anda.
  11. Usai sahur, kita sholat berjamaah di salah satu masjid dekat situ. Masjidnya di dalam gedung.

  12. Ketinggalan: foto saat sahur di tmpt penampungan.. 

  13. Salah satu misi DD disana adlh memberikan penampungan & pendampingan hukum kpd BMI/TKW yg bermasalah.
  14. Sabtu siang stlh istirahat, dg BMI yg hanya bisa Off di hr sabtu..

  15. Ukuran Kantor DD, kira2 3,5 x 8 m2, masih sewa. Katanya kalo beli harganya 27M >> Miliar.
  16. Pas disana, ehh ketemu dengan Bapak2 dari BNI Syariah, mantan calon mitra Yubi, hehe.. 

  17. Stlh city tour bentar, balik ke apartemen, esoknya berbagi dg BMI yg libur Minggu selama 5 jam lbh.  

  18. Jangan salah kira, mayoritas dari mereka cerdas2 & sbgn ada yg sarjana & msh ada yg kuliah univ terbuka disana.
  19. Sesuai janji saya: Mereka tak perlu menunggu pulang u/ merintis usaha. Tapi mereka bisa mulai saat itu juga. Internet Marketing.
  20. Kehausan mereka akan keilmuan terbukti pasca workshop, mrk lgsg join & aktif tanya di grup FB yg kami buat.
  21. Ohya, fyi: Mas Rovi sbg GM disana, kerjanya spt pembantu umum, karena gak punya bawahan, hehe. Yg bantu adalah Volunteer BMI.
  22. Pagi sebelum ke acara, sempat lewat Victoria Park, tempat rusuh pilpres kmrn. Byk lesbinya >> sangar2.
  23. Namanya orang Indo, kalo libur, meski dilarang jualan, tetap aja.. Ada kode ‘PAKDE’ >> artinya Polisiii.. 

  24. Minggu malam usai acara, sempetin jalan & makan di Islam Food bersama alumni ECamp disana. 

  25. Stlh itu jalan menuju pulang via Ferry, mampir foto2 dulu.. Udah keringatan abis. Suhu 34 derajat.  

  26. Disana pembangunan mall, apartemen pakai perencanaan yg matang, jadi gak merusak alam.

  27. Akhirnya diantar pulang ke bandara, naik bus dg bonus pemandangan yg luar biasa.  

  28. Kesan saya: Merasa MALU melihat otot saya yg tak sebesar kawan2 DD. Di timnya jg serupa >> Tulus & Sederhana.
  29. Tim mereka adalah lulusan univ terbaik di Indonesia, bahkan Mas Rovi S2. Memilih DD untuk berbagi. Subhanallaah..
  30. Jika Anda ingin berinfaq, zakat & sedeqah, jangan ragu ke >> sangat terpercaya, amanah, tak ada yg mubazir.
  31. Mereka juga mengirimkan tim sekelas GM ke Gaza tiap tahunnya. Nyawa adalah taruhannya..
  32. Semoga Allah melindungi, melapangkan & melanggengkan rejeki mereka yang gemar berbagi, aamiin.
  33. In syaa Allah saya akan kembali kesana lagi, tanpa diundang. Tahu2 nongol aja & bersama kawan2 disana.

Demikian tadi cerita singkat dari Mas Jaya Setiabudi tentang kegiatannya di Hongkong bersama Dompet Dhuafa Hongkong. Semoga cerita singkat ini bermanfaat

No comments yet.

Leave a Reply